<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Meylin4's Weblog</title>
	<atom:link href="http://meylin4.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://meylin4.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Sep 2008 02:25:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='meylin4.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Meylin4's Weblog</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://meylin4.wordpress.com/osd.xml" title="Meylin4&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://meylin4.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika Cintaku Hadir</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/ketika-cintaku-hadir/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/ketika-cintaku-hadir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 02:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Seperti biasanya setiap satu bulan sekali di hari kamis malam jum’at Ayah selalu mengajaku mengujungi pusara ibu yang berada di desa sebelah yang hanya cukup ditempuh waktu 10 menit dengah berjalan kaki.Kulihat Ayah yang masih duduk berjongkok disebelah pusara ibu yang di teduhi sebatang pohon kamboja yang yang Ayah tanam 10 tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=58&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p>Seperti biasanya setiap satu bulan sekali di hari kamis malam jum’at Ayah selalu mengajaku mengujungi pusara ibu yang berada di desa sebelah yang hanya cukup ditempuh waktu 10 menit dengah berjalan kaki.Kulihat Ayah yang masih duduk berjongkok disebelah pusara ibu yang di teduhi sebatang pohon kamboja yang yang Ayah tanam 10 tahun lalu.Sosok Ayah yang telah menjalani hidup tanpa seorang istri  dan memutuskan untuk tidak menikah lagi dengan alasan idak ada yang mampu menggantikan posisi ibu dihatinya.</p>
<p>”Tak terasa sudah 10 tahun kau tak bersamaku,anak anak kita telah besar bu dan kita telah di karuniai 2 cucu bu’’suara ayah lirih.</p>
<p>”Rie.yuk kita pulang dan sepertinya hari segera hujan jangan sampai kita kehujanan dijalan.”Sela ayah yang ku iyakan dengan anggukan kepala.Dalam hati masih kuberkata pada sebuah nisan yang tak bersuara jika hatiku rindu akan kasih ibu yang meninggalkanku pada saat usiaku 15 tahun.</p>
<p>       Sepanjang perjalanan masih kuingat akan senyuman ibu yang dikala pagi akan membangunkan dan mengikat rambutku hingga mengantarkanku sekolah.Kalau saja kecelakaan itu tidak terjadi mungkin ibu masih bersama kami dan menemani ayah hingga hari hari ayah tidaklah sepi.karena yang kutahu sejak ketiadaan ibu Ayahlah yang menjaga dan mengurus kami karena nenek dari kedua pihak telah tiada menghadap penciptanya.</p>
<p>”Kok diem terus sih Rie.?”</p>
<p>”Arie tengah kangen ibu yah.”jawabku dengan mimik sendu dan raut seperti ini merupakan satu kebiasaanku selepas mengujungi pusara ibu.</p>
<p>”Ayah tahu kamu tengah inget ibu dan ibu disana pasti senang melihatmu sekarang.”Ayah dengan ucapannya yang selalu diakhiri senyuman yang cukup membuat hatiku nyaman dan tempat aduan kami karena hanya Ayah satu satunya yang kami miliki.</p>
<p>       Pekerjaanku sebagai guru TK di sebelah rumah cukup untuk membiayai hidupku dan kebutuhan ayah sehari hari sedangkan mbak fat yang akan menebus obat Ayah untuk tiap bulannya.Kesehatan Ayah terganggu sejak 5 tahun lalu menurut analisa dokter ayah mengidap liver dengan hepatitis B dan C yang mengharuskan Ayah meminum obat dengan teratur.</p>
<p>      Mentari barulah tenggelam hanya kilauan emasnya masih tersisa menerpa dedaunan kuning yang mulai berjatuhan di halaman depan rumah.Setiap senja kala mentari hendak kembali keperaduan adalah suatu pemandangan yang selalu kunantikan karena dengan sisa bias nya dapat kusalamkan sebuah rinduku untuk kekasih yang jauh disana.</p>
<p>”Rie,kamu lagi ngapain sih duduk bengong sendirian dari tadi,awas loh ntar kesambet .!”Suara Ayah membuyarkan lamunanku dan segera ku tutup laptopku berharap Ayah tidak membaca diary yang kutuliskan tadi.</p>
<p>”Eh Ayah,Arie tengah menuliskan puisi yah,biasalah inspirasi dari mentari.”jawabku dengan menyembunyikan perasaanku.</p>
<p>”Udah dech ri,kamu jangan bohong lagi,Ayah kan mengalami muda dan pernah juga alami yang sama seperti Arie,Arie pasti tengah jatuh cinta ya,?”Pertanyaan Ayah menorehkan rona merah dirautku membuat hatiku beredebar ingin mengatakan tentang hubunganku dengan Mas Tegar yang selama ini kami rahasiakan.</p>
<p>     Mas Tegar adalah kekasihku yang dikenalkan oleh temanku Meylina diacara perpisahan SMA dulu.Dia sosok yang tampan berambut gondrong dan pandai memainkan gitar,Satu lagi yang aku suka darinya ia pandai berpuisi dan merangkai kata yang romantis abiz.Hubunganku dengan Mas Tegar sengaja tak kuberitahukan pada Ayah atas permintaannya dan kulihat Ayah tidak terlalu menyukainya saat Mas Tegar dulu pernah datang kerumahku.</p>
<p>”Rie,Nanti malam Ayah akan bermalam di rumah mbakmu.”Sela Ayah.</p>
<p>”Lah kok nanti malam,bukannya besok Ayah baru akan kesana.?”Tanyaku heran karena kebiasaan Ayah setiap saptu malam akan bermalam di rumah mbak Fatimah dan akan kembali pada senin pagi.</p>
<p>Ayah mengatakan kerinduannya pada kedua cucunya Moura dan Fika yang membuat Ayah ingin segera berangkat malam ini.Kuingatkan agar Ayah membawa jas hujan karena langit mulai berubah warna hitam pertanda hujan akan segera turun.</p>
<p>”Ya Dech,Arie ngalah pada Moura dan Fika,titip salam buat mbak dan anak anak ya Yah.”pesanku pada Ayah yang mulai berkemas.</p>
<p>”Ingat periksa jendela dan pintu sebelum kamu tidur Rie,Ayah berangkat sekarang ya dan jangan lupa jangan begadang mulu semalaman.”pesan Ayah seraya menutupkan pintu.</p>
<p>     Belumlah 10 menit Ayah menutupkan pintu,Hujanpun turun dengan teramat deras diiringi kilatan petir yang kadang menyambar pepohonan di pinggir rumahku.Rasa khawatir akan Ayah yang masih diperjalanan membuat hati berdebar tidak karuan.Segera kututup semua gorden jendela setelah sebelumnya menerima kabar jika Ayah telah sampai di rumah mbak Fat. Kembali kurasakan tenang walau ada rasa takut kala mendengar suara petir dan kilatannya.</p>
<p>”Assalamu alaikum,Assalamu alaikum .”Suara seseorang mengetuk pintu depan.Dengan rasa malas dan heran kubuka pintu dan kulihat seorang pemuda dengan sedikit bajunya yang basah berdiri di depan pintu.</p>
<p>”Waalaikum salam.Anda mencari siapa.?”jawabku yang hanya membuka pintu tanpa menyuruhnya masuk.</p>
<p>”Apa Benar ini rumahnya Pak Hamdani.?”Tanyanya kusambut dengan anggukan kepala dan kukenalkan jika aku adalah putri bungsunya pak Hamdani.</p>
<p>”Iya benar ini rumahnya tapi maaf yah Ayah saat ini tidak ada di rumah dan lusa baru akan kembali,Bagaimana kalau senin pagi aja anda kembali lagi kemari.?”</p>
<p>”Ehm gimana ya.?”</p>
<p>     Panggilan maghrib sore itu mengharuskanku menutup pintu dan meninggalkan tamuku diluar,sementara ku ambil air wudhu tunaikan maghrib dengan rasa khusyu yang masih kumiliki.Sempat terpikir olehku apakah seharusnya kah mempersilahkan tamuku masuk sedang Ayah tak ada di rumah.?”Berbagai tanya antara boleh dan tidak dan akhirnya kuputuskan boleh dengan dasar rasa khawatir akan tamuku yang kedinginan diluar terlebih kilatan beruntun halilintar yang menemani derasnya hujan.</p>
<p>    Dengan segelas teh hangat ditangan kutemui tamuku yang masih diluar rumah.Kulihat pemuda itu masih bersujud di teras depan laksanakan maghrib dengan tanpa tikar dan baju yang sedikit basah.Pemandangan seperti ini untuk yang pertama kalinya kulihat dari seorang pemuda yang tetap menjalankan kewajiban pada Tuhannya dimanapun ia berada.Pemuda itu menoleh dan menyapaku setelah ia khusyu dalam berdoa.</p>
<p>”Oh Afwan Ukh,Ana tak tahu kalau Anti ada dibelakangku.”Suaranya membuyarkan lamunanku.</p>
<p>”Ah gak apa apa kok,Silahkan Anda Masuk dulu.”Ucapku gerogi.</p>
<p>       Setelah mereguk teh manis yang kubuatkan tadi pemuda itu mengenalkan diri dan asalnya.Hatiku mulai bertanya dan menaruh curiga setelah mengetahui nama pemuda itu.<em>Hamzah Hamdani</em> Sebuah nama yang melekat dihati bahkan mbak Fat pun membenci nama itu.ingatanku pada tahun lalu setelah menerima surat untuk Ayah yang pengirimnya <em>Hamzah Hamdani</em>.Pernah kutanyakan siapa dia dan Ayah selalu berkelit menjawabnya. Yang setiap tahun menjelang lebaran akan mengirimkan parcel dan ungkapan selamat idul fitri bahkan Ayah sering menerima Angpau darinya yang ia kirimkan lewat bank.</p>
<p>&#8221;Oh..jadi anda Hamzah Hamdani itu yang setiap tahun mengirimi bingkisan untuk Ayahku.?&#8221;Sengaja kutanyakan demikian dengan penuh rasa selidik ingin mengetahui hubungan antara Hamzah hamdani dan Ayahku.Bahkan curiga dan rasa cemburu memenuhi hati dan pikiranku.Apakah benar dugaanku tentang Ayah yang mempunyai istri selain ibu hingga punya keturunan.?</p>
<p>&#8221;Anti pastilah Arie yah.?&#8221;Tanya Hamzah yang membuyarkan dugaanku.Tebakannya kali ini menambah rasa curigaku jika Dia memang anak Ayah hingga ia pun tahu siapa namaku..</p>
<p><strong>Bersambung</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=58&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/ketika-cintaku-hadir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat An-Nisa..Satu Bukti islam memuliakan Wanita.</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/surat-an-nisasatu-bukti-islam-memuliakan-wanita/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/surat-an-nisasatu-bukti-islam-memuliakan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 02:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah? Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=56&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Oleh : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah</p>
<p>Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah?</p>
<p>Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti yang menunjukkan kenyataan ini. Sampai-sampai ada satu surah dalam Al-Qur`anul Karim dinamakan surah An-Nisa`, artinya wanita-wanita, karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak disebutkan dalam surah ini daripada dalam surah yang lain. (Mahasinut Ta`wil, 3/6)</p>
<p>Untuk lebih jelasnya kita lihat beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang berbicara tentang wanita.</p>
<p>1. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.</p>
<p>Surah An-Nisa` dibuka dengan ayat:</p>
<p>يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً</p>
<p>“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa`: 1)</p>
<p>Ayat ini merupakan bagian dari khutbatul hajah yang dijadikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka khutbah-khutbah beliau. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa dari jiwa yang satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan pasangannya. Qatadah dan Mujahid rahimahumallah mengatakan bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam ‘alaihissalam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. (Tafsir Ath-Thabari, 3/565, 566)</p>
<p>Dalam hadits shahih disebutkan:</p>
<p>إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ</p>
<p>“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada dalil dari ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk. Hadits ini menunjukkan keharusan berlaku lembut kepada wanita, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Di samping juga menunjukkan dibencinya mentalak mereka tanpa sebab dan juga tidak bisa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. Wallahu a’lam.”(Al-Minhaj, 9/299)</p>
<p>2. Dijaganya hak perempuan yatim.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا</p>
<p>“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)</p>
<p>Urwah bin Az-Zubair pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Wahai anak saudariku1. Perempuan yatim tersebut berada dalam asuhan walinya yang turut berserikat dalam harta walinya, dan si wali ini ternyata tertarik dengan kecantikan si yatim berikut hartanya. Maka si wali ingin menikahinya tanpa berlaku adil dalam pemberian maharnya sebagaimana mahar yang diberikannya kepada wanita lain yang ingin dinikahinya. Para wali pun dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim terkecuali bila mereka mau berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim serta memberinya mahar yang sesuai dengan yang biasa diberikan kepada wanita lain. Para wali kemudian diperintah untuk menikahi wanita-wanita lain yang mereka senangi.” Urwah berkata, “Aisyah menyatakan, ‘Setelah turunnya ayat ini, orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat:</p>
<p>وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ</p>
<p>“Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita.” (An-Nisa`: 127)</p>
<p>Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat yang lain:</p>
<p>وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ</p>
<p>“Sementara kalian ingin menikahi mereka (perempuan yatim).” (An-Nisa`: 127)</p>
<p>Salah seorang dari kalian (yang menjadi wali/pengasuh perempuan yatim) tidak suka menikahi perempuan yatim tersebut karena si perempuan tidak cantik dan hartanya sedikit. Maka mereka (para wali) dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim yang mereka sukai harta dan kecantikannya kecuali bila mereka mau berbuat adil (dalam masalah mahar, pent.). Karena keadaan jadi terbalik bila si yatim sedikit hartanya dan tidak cantik, walinya enggan/tidak ingin menikahinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 4574 dan Muslim no. 7444)</p>
<p>Masih dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p>وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ</p>
<p>Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka dan apa yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Qur`an tentang para wanita yatim yang kalian tidak memberi mereka apa yang ditetapkan untuk mereka sementara kalian ingin menikahi mereka.” (An-Nisa`: 127)</p>
<p>Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:</p>
<p>أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيْمَةِ، تَكُوْنُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرِكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي ماَلِهِ، فَيَعْضِلُهَا، فَلاَ يَتَزَوَّجُهَا وَيُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ.</p>
<p>“Ayat ini turun tentang perempuan yatim yang berada dalam perwalian seorang lelaki, di mana si yatim turut berserikat dalam harta walinya. Si wali ini tidak suka menikahi si yatim dan juga tidak suka menikahkannya dengan lelaki yang lain, hingga suami si yatim kelak ikut berserikat dalam hartanya. Pada akhirnya, si wali menahan si yatim untuk menikah, ia tidak mau menikahinya dan enggan pula menikahkannya dengan lelaki selainnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5131 dan Muslim no. 7447)</p>
<p>3. Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ</p>
<p>“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)</p>
<p>Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:</p>
<p>وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ</p>
<p>“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”</p>
<p>Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)</p>
<p>Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.</p>
<p>4. Hak memperoleh mahar dalam pernikahan.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا</p>
<p>“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa`: 4)</p>
<p>5. Wanita diberikan bagian dari harta warisan.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا</p>
<p>“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (An-Nisa`: 7)</p>
<p>Sementara di zaman jahiliah, yang mendapatkan warisan hanya lelaki, sementara wanita tidak mendapatkan bagian. Malah wanita teranggap bagian dari barang yang diwarisi, sebagaimana dalam ayat:</p>
<p>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa.” (An-Nisa`: 19)</p>
<p>Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyebutkan, “Dulunya bila seorang lelaki di kalangan mereka meninggal, maka para ahli warisnya berhak mewarisi istrinya. Jika sebagian ahli waris itu mau, ia nikahi wanita tersebut dan kalau mereka mau, mereka nikahkan dengan lelaki lain. Kalau mau juga, mereka tidak menikahkannya dengan siapa pun dan mereka lebih berhak terhadap si wanita daripada keluarga wanita itu sendiri. Maka turunlah ayat ini dalam permasalahan tersebut.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4579)</p>
<p>Maksud dari ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah untuk menghilangkan apa yang dulunya biasa dilakukan orang-orang jahiliah dari mereka dan agar wanita tidak dijadikan seperti harta yang diwariskan sebagaimana diwarisinya harta benda. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 5/63)</p>
<p>Bila ada yang mempermasalahkan, kenapa wanita hanya mendapatkan separuh dari bagian laki-laki seperti tersebut dalam ayat:</p>
<p>يُوصِيكُمُ اللهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنْثَيَيْنِ</p>
<p>“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang pembagian warisan untuk anak-anak kalian, yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan….” (An-Nisa`: 11)</p>
<p>Maka dijawab, inilah keadilan yang sesungguhnya. Laki-laki mendapatkan bagian yang lebih besar daripada wanita karena laki-laki butuh bekal yang lebih guna memberikan nafkah kepada orang yang di bawah tanggungannya. Laki-laki banyak mendapatkan beban. Ia yang memberikan mahar dalam pernikahan dan ia yang harus mencari penghidupan/penghasilan, sehingga pantas sekali bila ia mendapatkan dua kali lipat daripada bagian wanita. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/160)</p>
<p>6. Suami diperintah untuk berlaku baik pada istrinya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ</p>
<p>“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hal ini:</p>
<p>وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ</p>
<p>“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:</p>
<p>خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ</p>
<p>“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.”2 (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)</p>
<p>7. Suami tidak boleh membenci istrinya dan tetap harus berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا</p>
<p>“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)</p>
<p>Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an (5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat. Sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)</p>
<p>Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ</p>
<p>“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya. Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri. Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang semisalnya.” (Al-Minhaj, 10/58)</p>
<p>8. Bila seorang suami bercerai dengan istrinya, ia tidak boleh meminta kembali mahar yang pernah diberikannya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلاَ تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا. وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا</p>
<p>“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 20-21)</p>
<p>9. Termasuk pemuliaan terhadap wanita adalah diharamkan bagi mahram si wanita karena nasab ataupun karena penyusuan untuk menikahinya.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ</p>
<p>“Diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian, putri-putri kalian, saudara-saudara perempuan kalian, ‘ammah kalian (bibi/ saudara perempuan ayah), khalah kalian (bibi/ saudara perempuan ibu), putri-putri dari saudara laki-laki kalian (keponakan perempuan), putri-putri dari saudara perempuan kalian, ibu-ibu susu kalian, saudara-saudara perempuan kalian sepersusuan, ibu mertua kalian, putri-putri dari istri kalian yang berada dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri. Tetapi jika kalian belum mencampuri istri tersebut (dan sudah berpisah dengan kalian) maka tidak berdosa kalian menikahi putrinya. Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian (menantu)…” (An-Nisa`: 23)</p>
<p>Diharamkannya wanita-wanita yang disebutkan dalam ayat di atas untuk dinikahi oleh lelaki yang merupakan mahramnya, tentu memiliki hikmah yang agung, tujuan yang tinggi yang sesuai dengan fithrah insaniah. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)</p>
<p>Di akhir ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا</p>
<p>“(Diharamkan atas kalian) menghimpunkan dalam pernikahan dua wanita yang bersaudara, kecuali apa yang telah terjadi di masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa`: 23)</p>
<p>Ayat di atas menetapkan bahwa seorang lelaki tidak boleh mengumpulkan dua wanita yang bersaudara dalam ikatan pernikahan karena hal ini jelas akan mengakibatkan permusuhan dan pecahnya hubungan di antara keduanya. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)</p>
<p>Demikian beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang menyinggung tentang wanita. Apa yang kami sebutkan di atas bukanlah membatasi, namun karena tidak cukupnya ruang, sementara hanya demikian yang dapat kami persembahkan untuk pembaca yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang memberi taufik.</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</p>
<p>1 Karena ibu ‘Urwah, Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anhuma adalah saudara perempuan Aisyah radhiyallahu ‘anha.</p>
<p>2 HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.</p>
<p><em>Diambil dari : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1282</em></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=56&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/14/surat-an-nisasatu-bukti-islam-memuliakan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deritaku Di Istana Megah 3</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-3/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Sekembalinya mama dari ibadah haji,bukanlah kembali dengan menyandang gelar haji yang mabrur namun disinilah awal derita mama yang kata sebagian orang adalah karmanya.Seiring waktu terus berjalan hingga 40 hari sekembalinya dari tanah suci,mama mendadak sakit bagai hilang ingatan.Dimulai dari memfitnah semua tetangga hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena tetangga mama tidak menerima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=53&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<div id="msg_1281365" class="post">Sekembalinya mama dari ibadah haji,bukanlah kembali dengan menyandang gelar haji yang mabrur namun disinilah awal derita mama yang kata sebagian orang adalah karmanya.Seiring waktu terus berjalan hingga 40 hari sekembalinya dari tanah suci,mama mendadak sakit bagai hilang ingatan.Dimulai dari memfitnah semua tetangga hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena tetangga mama tidak menerima dengan fitnah yang mama lontarkan.</p>
<p>&#8221;Iffah..coba kamu ke rumah fatimah dan pak husain,tanyakan pada mereka kapan akan melunasi hutang hutangnya.&#8221;perintah mama pagi itu padaku sedangkan kutahu fatimah dan pak husainsudah tidak berhutang padanya,bahkan terakhir kabar terakhir tentang pak husain telah menetap di rumah milik desa.gara gara rumahnya disita mama.dengan hanya pergi dari hadapan mama dengan tangisku pergi menuju rumah pak husain yang kebetulan tengah menyapu halaman rumahnya.</p>
<p>&#8221;Assalamu alaikum pak.&#8221;sapaku dengan tangis yang tersisa di ujung mata.<br />
&#8221;Waalaikum salam ifah,kenapa kok nangis?pasti dipukul mama lagi yah.sini sini nak.&#8221;<br />
&#8221;Pak,ifah disuruh mama menagih hutang pada bapak,sedangkan ifah tahu&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;isaku dalam tangis dihentikan pak husain karena dia sepertinya tahu apa yang akan kuceritakan.<br />
&#8221;Bapak mendengar kabar kalau mama mu banyak menuduh semua tetangganya berhutang tanpa bayar padanya ya ifah,Astagfirlah .&#8221;</p>
<p>Mentari kian beranjak tinggi mendekati siang dengan tergesa kulangkahkan kaki menuju rumah dengan hasil yang pastinya membuat mama kecewa, berbagai rasa takutku menjadi satu karena sudah bisa kutebak kepulanganku akan mendapatkan satu tamparan lagi dipipiku.degup jantungku kala kumasuki halaman rumah dan mama tengah berdiri didepan pintu dengan hanya memakai kaos pendek dan sarung tanpa memakai kerudung.</p>
<p>&#8221;mana hasil tagihannya ifah.?&#8221;tanya mama<br />
&#8221;e e e pak husain dan bu fatimah gak ada dirumah mah.&#8221;jawabku dengan berbohong,karena akupun tak tahu apa yang harus kjawab dengan keadaan seperti ini dan ini bukan al yang pertama terjadi.</p>
<p>&#8221;Bodoh kamu ifah,disuruh nagih segitu aja gak becus.&#8221;mama mulai memaki dan mencubit keras pipi hingga meninggalkan memar merah.<br />
&#8221;Sudahlah Ti,kamu yang hilang ingatan bisanya hanya marahin ifah anakmu.&#8221;Uyut membelaku dan menyuruhku segera mengganti baju yang kuyup karena kehujanan dijalan.</p>
<p>Kian hari sakit ingatan mama makin parah dan papa hanya mendiamkan saja karena papa kini jarang pulang menjenguk mama sepulang dari arafah. Atas saran dari paman dan uyut akhirnya mama dibawa kerumah sakit yang cukup besar dan barulah terdeteksi mama terkena kanker payudara.Pemeriksaan itu berlanjut lewat pengangkatan tumor dan kometerapi lacer membuat mama harus dirawat hampir dua bulan.dalam perawatan dokter entah berapa kali hendak kabur meninggalkan rumah sakit hanya karena ingatannya pada langganan yang belum melunasi hutang hutangnya.</p>
<p>Mama pun kembali dari rumah sakit dengan fisiknya yang tidak lagi sempurna karena harus kehilangan sebelah payudaranya,namun amarah dan emosi mama makin tak terkendali.jika sehari tanpa mengikatnya mama akan keluar rumah dan terus memaki serta memfitnah tetangga hingga semuanya merasa terdzalimi akan sikap mama yang membuat uyut cemas setiap hari.</p>
<p>&#8221;Tidaaaaaaak..Mak disana banyak ulat,cepat bersihkan bersihkan.&#8221;teriak mama dengan menutup mata dan menjerit histeris padahal saat itu ia tengah berdiri di atas karpet kesayangannya yang tidak boleh diinjak oleh para tamunya.<br />
&#8221;Ti..disini gak ada ulat,mata kamu yang salah lihat ti.Istigfar ti istigfar.&#8221;Uyut menyahut dengan isak tangisnya.Karpet indah yang dulu ia banggakan kini terlihat bagai gundukan ulat dimatanya.</p>
<p>Tak kuasa melihat derita mama yang kian hari makin membuat lara,hingga malam malam yang kami lalui terasa melelahkan karena harus selalu menjaga mama yang kerap menjerit tengah malam merasa ketakutan tanpa sebab yang jelas.Uyut hanya mengelus dada kala melihat mama terus mengoceh sendiri dimalam buta dan aku sering terkantuk dengan hanya duduk dikursi.Sejak mama hilang ingatan dan sakit kanker payudara papa tak lagi bermalam di rumah mama bahkan kata Uyut sebagian perhiasan mama telah dibawanya dan diberikan pada istri pertamanya di luar kota.</p>
<p>&#8221;Ifaahhhhh bangun neng bangun bangun.&#8221;teriak Uyut membangunkanku kala pagi kami tak melihat mama di kamarnya.<br />
&#8221;mamamu kabur fah,cepat cepat kita cari nanti keburu jauh dan susah ketemunya.&#8221;teriak Uyut dengan berlari yang di ikuti aku.</p>
<p>Dengan menajamkan pandangan kucari mama pada tiap gang dan sudut rumah bahkan aku sempat bertanya pada tiap tetangga menanyakan apakah ada yang melihat mama barusan.tiap kutanyakan tak kutemukan jawaban yang memuaskan hingga hari menjelang siang tak kutemukan jejak mama.<br />
Uyut kembali dengan segenap rasa cemas hingga kulihat sesak napas dan keringat mengucur diseluruh tubuhnya yang renta.</p>
<p>&#8221;Uyut&#8230;ifah gak menemukan mama.&#8221;isakku sesal merasa bersalah.<br />
&#8221;Iyah fah begitu juga uyut,duh kemana yah mamamu pergi.&#8221;Ucap uyut dengan mondar mandir di depanku.<br />
&#8221;Wah hujan besar yut,tapi kita harus terus mencari mama hingga ketemu.&#8221;Ajakanku yang di iyakan uyut dan kamipun kembali mencari mama di tengah hujan besar.</p>
<p>Pencarian kulakukan hingga di ujung perbatasan kampung namun tak jua kutemukan.dalam rasa lelah terdengar seseorang berteriak memanggilku dan dialah pak husain berlari tergopoh mendekat dan menyuruhku untuk segera pulang kerumah.Dari kejauhan di gang jalan rumahku terlihat kerumunan<br />
orang yang sebagian tak kukenal.Mobil ambulance yang lampunya masih menyala kulihat jelas berada tepat di halaman rumah mama.Tak percaya namun nyata adanya kulihat mayat terbujur kaku yang masih bersimbah darah dengan mata yang membelalak.</p>
<p>Sebagian tetangga hanya mengelus dada dan sebagian lagi mulai menurunkan jenazah membawanya keruang tengah.Sementara Uyut yang masih tersedu duduk disudut ruang yang tengah di temani paman.Sesuai rencana dan keinginan uyut jenazah akan dimakamkan esok hari karena waktu telah menjelang malam dan hujan diluar begitu besar.Sebagian tamu telah pulang kerumah masing masing dan sebaian tetangga yang turut bela sungkawa memilih menginap di rumah kami menemani jenazah dan kami untuk satu malam.</p>
<p>&#8221;Ifah..mama kini telah pergi,maafkan segala kesalahan mama yah .&#8221;pinta uyut padaku kala melihatku  mengambil air wudhu.<br />
&#8221;Sudah ifah maafkan yut.&#8221;jawabku seraya menganggukan kepala.</p>
<p>Malam kian beranjak mendekati pagi,sebagian terbangun dan mulai sibuk mengurusi penggalian liang lahat dan acara pelepasan jenazah hingga akhir.<br />
Kugandeng tangan Uyut menuju pemakaman mama yang lahatnya tergenangi air hingga sedikit menyulitkan bagi mereka.Perlahan kerumunan yang berbela sungkawa pun bubar,yang tersisa hanyalah gundukan merah dan batu nisan yang kutatap dari kejauhan karena langkah kaki kian jauh pergi.</p>
<p>Waktu terus beranjak dari malam berganti pagi dan begitu seterusnya hingga mentari merasa lelah tuk menampakan sinarnya,mama akan tertanam disana dengan hanya ditemani suara riuh pohon bambu yang kadang bersahutan menyambut hari.Kenangan bersama mama walau pahit kurasa akan tetap kuingat karena dalam mengenal mama ada pelajaran yang bisa kuambil dan harus kuterapkan pada kehidupanku.Nikmat dunia hanya sementara kita rasakan.karena mama terbilang kaya namun apa yang ia bawa ke alam sana??bukankah hanya selembar kain kafan yang menemaninya??tak ada hartanya ang ia bawa kedalam kubur bersama jasadnya.</p>
<p>                                                           <strong>Tamat</strong></div>
<p><img style="cursor:pointer;" src="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" alt="" align="right" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=53&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Deritaku Di Istana Megah 2</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-2/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatima Az zahra &#8221;Syifaa,Mulai besok kamu harus mulai mencuci bajumu sendiri,kamu juga harus membereskan pekerjaan rumah lainnya dan jangan lupa mencuci kamar mandi dua hari sekali&#8221;Perintah mama siang itu bernada marah &#8221;Iya ma,akan ifah kerjakan pekerjaan itu dan besok kumulai&#8221;jawabku dengan rasa heran yang mendalam. Dengan rasa tidak senang mama mengatakan mengapa harus menunggu besok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=51&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatima Az zahra</p>
<p>&#8221;Syifaa,Mulai besok kamu harus mulai mencuci bajumu sendiri,kamu juga harus membereskan pekerjaan rumah lainnya dan jangan lupa mencuci kamar mandi dua hari sekali&#8221;Perintah mama siang itu bernada marah</p>
<p>&#8221;Iya ma,akan ifah kerjakan pekerjaan itu dan besok kumulai&#8221;jawabku dengan rasa heran yang mendalam.</p>
<p>Dengan rasa tidak senang mama mengatakan mengapa harus menunggu besok untuk mengerjakannya,mengapa tidak dimulai sekarang dengan<br />
segera.Kumulai mengerjakan pekerjaan rumah walau usiaku barulah 8 tahun.Mama pun melarangku sekolah bahkan mama melarang bermain dengan anak tetangga yang biasa menemaniku kala siang.Sosok mama yang dulu entah hilang kemana yang kurasakan kini sosok mama yang bengis dan kejam kerap menyiksaku dengan pukulan dan telat makan.</p>
<p>&#8221;Kamu apa kan gelangmu hingga putus gitu&#8221;Bentak dan tamparan mama mendarat dipipiku kala gelang yang ia belikan patah.</p>
<p>&#8221;Ifah gak tahu ma,gelang itu putus dengan sendirinya&#8221;Jawabku seadanya.</p>
<p>Dua tamparan mendarat dipipiku hingga ujung bibirku membiru meninggalkan bekas,Semua tetangga mama mengetahui atas kekejaman mama namun apalah daya tiada kekuatan mereka untuk menolongku.Mama seorang yang kejam hingga dengan semua tetangganya berjauhan tidak saling mengenal.Sekalipun menyapa itu hanya di kebetulan saja kala berpapasan.</p>
<p>Tamparan serta makian telah menjadi santapan setiap hari yag telah biasa bagiku.Terkadang kurindukan Bapak dan emak ingin kembali hidup bersama mereka di desa,Semuanya hanya kutorehkan lewat doa doa sederhana pernah diajarkan bapak.Karena kini mama melarangku untuk sekolah SD maupun madrasah.Keseharianku kini hanya mengerjakan pekerjaan rumah dan memberi makan ternak bebek dan ayam yang berjumlah banyak di belakang rumah.</p>
<p>&#8221;Assalamu alaikum neng ifah,juragan ada di rumah?&#8221;Tanya pak husain dan mengatakan jika aku terlihat lebih kurus dibandingkan bulan lalu.</p>
<p>&#8221;Ada pak,nanti kulihat dulu ya&#8221;Jawabku seraya beranjak memanggilkan mama yang tengah menonton TV.</p>
<p>Seperti biasanya setiap bulan tanggal 2,Pak husain akan datang dengan membawa oleh oleh untukku namun kali ini ia datang dengan tangan kosong.<br />
Pak husain adalah tetangga sebelah yang sudah sering datang kerumah mama hingga aku merasa dekat dengan beliau.Terdengar suara marah mama yang mulai memaki pak husain karena tidak mampu mmebayar bunga dan hutang pokok untuk bulan ini.</p>
<p>&#8221;Jadi kapan kau bisa membayar hutang hutangmu Husain&#8221;Tanya mama dengan berkacak pinggang.</p>
<p>&#8221;Usahaku lagi macet gan,ditambah lagi si cecep yang masih dirawat di rumah sakit&#8221;Jawaban pak husain membuatku teringat bapak dan emak didesa.</p>
<p>&#8221;Aku tak mau tahu apa masalahmu,pokonya kamu harus membayar semua hutang hutang pada akhir bulan ini&#8221;.Ucapan mama tanpa melihat pak husain yang tengah bersimpuh dihadapannya.</p>
<p>&#8221;Beri saya waktu 2 bulan saja gan,untuk melunasi semua hutang hutangku pada Agan&#8221;..</p>
<p>Keputusan mama tidak bisa diubah,dengan teganya mama akan menyita rumah pak husain karena semua hutang hutangnya seimbang dengan harga rumah yang dimilikinya.Tangis permohonan pak husain tiada guna karena mama punya bukti kuat dengan surat pernyataan yang pernah pak husain tanda tangani.Semua kejadian senja ini kudengar jelas dari tiap  makian mama pada pak husain yang kurasakan teramat menyakitkan hingga secara tak sadar kutitikan air mata merasakan betapa pedihnya pak husain yang harus kehilangan rumahnya.Tanpa permisi pak husain meninggalkan mama dengan mata yang masih basah.</p>
<p>Dzulhijah ini mama merencanakan berangkat menunaikan ibadah haji walau sebelumnya tak direncanakan.Keinginan mama semua uang yang ia pinjamkan diluaran minta semuanya dikembalikan sebelum keberangkatan mama yang tinggal tiga minggu lagi.Temasuk pak husain yang harus segera meninggalkan rumah dan menyerahkan sertifikat rumah sesuai perjanjian.Kudengar pak husain kini menempati rumah kosong milik desa yang terletak di sebelah masjid yang bersebelahan dengan madrasah.</p>
<p>&#8221;Ifah,Akhir bulan ini mama berangkat haji,Kamu harus menurut perintah Uyut.&#8221;Ucap mama pagi itu yang tengah menyiapkan barang untuk dibawanya.</p>
<p>&#8221;Iya ma,Ifah akan menurut ama Uyut,Kapan uyut akan pindah kesini?.&#8221;Jawabku yang tengah mengepel lantai.</p>
<p>Uyut adala ibu dari mama,Sosok yang lembut yang sudah renta dan beliau sangat menyayangiku sejak aku hadir dirumah mama hingga sekarang tak pernah berubah,Uyut hanya mempunyai 2 keturunan yaitu mama dan paman yang tinggal di luar kota.mama dan paman tidak akur bahkan kerap bertengkar jika bertemu dalam acara keluarga yang akhirnya membuat Uyut kecewa.Begitu juga sikap mama pada Uyut yang kerap menghina bahkan mama sering menganggap Uyut bagai pembantunya yang kenyang dimarah mama.</p>
<p>Lusa adalah hari keberangkatan mama ke tanah suci,Tak kulihat tamu yang berkunjung kerumah mama,Tidak seperti Tetangga mama yang tahun lalu berangkat haji,Rumahnya penuh tamu dan banyak yang mendoakan hingga mirip rumah yang tengah punya hajatan besar.Berbeda dengan rumah mama yang tetap sepi.Tibalah hari dimana mama akan berangkat ketanah suci,Hanya beberapa orang saja yang mengantarkan mama hingga kepenampungan haji di kabupaten.Kulihat mama dengan wajah gelisah masih menghitung uang yang belum diterimanya dari para peminjam.</p>
<p>&#8221;Mbok,Nanti kalau ada fatimah bayar hutang,Uangnya jangan dipake.&#8221;Perintah mama dengan tegas yang masih menyebutkan beberapa nama si peminjam yang belum membayarkan hutangnya.</p>
<p>&#8221;Kamu juga Iffah,jangan bermalasan karena mama gak di rumah&#8221;Hanya anggukan kepala sebagai jawaban Karena dihati ada sedikit rasa sedih kala ditinggal mama pergi haji.</p>
<p>Lambaian tangan dan pelukan kala melepas kepergian mama.Uyut masih menghapus air matanya dan aku masih terisak dalam tangis.Bayang mama yang barusan cemas kini menghilang terhalang ribuan manusia yang berlalu lalang.</p>
<p>Mama kembali setelah 40 hari di tanah suci,Banyak keanehan yang kurasakan dari sikap mama sekembalinya dari ibadah haji.Apakah ini karmanya?&#8230;&#8230;..</p>
<p><strong><em>Bersambung <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dada.gif" border="0" alt="Daa.." /></em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=51&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/dada.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Daa..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deritaku Di Istana Megah</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Teruntuk mama Mama hanya untaian doa yang bisa kuberikan untukmu yang sempat menjadikanku sebagai anakmu.. Semoga Allah mengampuni segala dosa kesalahan yang pernah mama lakukan selama hidupnya.. Mama&#8230;Kekejamanmu terhadapku telah kumaafkan jauh sebelum aku meninggalkan istana itu.. Maafkan segala kesalahan mama ya rabbi..                   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=49&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p><span style="color:blue;"><em>Teruntuk mama<br />
Mama hanya untaian doa yang bisa kuberikan untukmu yang sempat menjadikanku sebagai anakmu..<br />
Semoga Allah mengampuni segala dosa kesalahan yang pernah mama lakukan selama hidupnya..<br />
Mama&#8230;Kekejamanmu terhadapku telah kumaafkan jauh sebelum aku meninggalkan istana itu..<br />
Maafkan segala kesalahan mama ya rabbi..</p>
<p>                                            Aku rindu mama<br />
                                                 Syifa<br />
                                                maret 1 1998</em></span></p>
<p>Langit cerah kurasakan mendung kala aku harus tinggal dengan orang yang tak kukenal sebelumnya.Tiada lagi kulihat bapak dan emak bahkan sekarang aku tinggal dimana tak pernah kuketahui alamatnya.Namaku <em>Syifa Reisya</em> Anak bungsu dari 7 bersaudara lahir dari keluarga yang serba kekurangan, Hingga tak heran jika ketiga saudaraku pun di adopsi saudagar kaya tinggal diluar kota dan tak pernah lagi kumelihatnya.Begitupun aku yang harus mengikuti permintaan Ayah untuk tinggal dengan ibu baruku yang punya rumah megah dengan halaman luas serta mobil mewah.</p>
<p><em>Mama</em> Begitulah aku memanggil ibu angkatku,Seorang istri simpanan yang tak punya keturunan hingga menjadikanku sebagai anak dirumahnya.<br />
Rumah mama berbeda dengan rumah Orang tuaku.Aku tidak lagi berebut makanan kala jam makan dan aku bisa sekolah bahkan akupun dibelikan gelang dan kalung yang sebelumnya tidak pernah aku pakai.Setiap hari mama akan menyuruhku makan dan minum yang enak yang sebelumnya belum pernah aku rasakan.Mama sangat menyayangiku hingga membuatku bisa sedikit melupakan kedua orang tuaku di desa.</p>
<p>&#8221;<em>Syifa</em> Besok kita akan pergi mengunjungi rumah orang tuamu di desa loh&#8221;Ucap mama sore itu setelah ia menyisirkan  rambutku</p>
<p>&#8221;Asyikkk,Ifah senang sekali  ma,bisa ketemu kakak zaki dan mbak idah&#8221;Jawabku merasa senang karena esok akan bertemu bapak dan emak didesa.</p>
<p>Senja yang sedikit mendung kurasakan cerah dengan angin yang panas kurasakan sejuk karena perasaan senangku yang akan bertemu Orang tua kandungku dikampung.Mobil terparkir tepat dirumahku yang masih setengah bata,Segera kuturun dari mobil berhambur menghampiri kak zaki yang tengah main sodoran dihalaman.Kulihat kak zaki hampir tak mengenalku dengan penampilanku sekarang,Karena aku bukan lagi Syifa yang berbaju sobek dengan rambut yang acak acakan.Namun kini Syifa yang berdiri dihadapannya adalah syifa yang berbaju baru dan memakai perhiasan indah walau usiaku saat itu barulah 7 tahun.</p>
<p>&#8221;Kak Zaki..kenapa sih diem aja,apa gak sayang lagi ama syifa&#8221;Tanyaku yang mulai menitikan air mata.</p>
<p>&#8221;Cup cup cup Adiku sayang,Bu bukan kakak gak sayang ama syifa tapi kakak merasa pangling dengan syifa sekarang &#8221;Kak zaki menjawab seraya memelukku dan mengusap rambutku.</p>
<p>&#8221;Syifa betah tinggal disana?&#8221;Tanya kak zaki yang kujawab dengan anggukan kepala seraya memperlihatkan sepatu baru dan kalung yang kukenakan.</p>
<p>Kuceritakan semua kebaikan mama yang sangat menyayangiku bahkan selalu memanjakanku.Rumahnya yang megah dan halaman luas serta kebun jambu yang hektaran luasnya.Mendengar apa yang kukatakan Mama dan orang tuaku hanya tersenyum puas diruang tamu.Ayah tersenyum dan berpesan agar aku jangan nakal dan harus menurut pada Mama.Setiap pesan dan perkataan ayah kuanggukan kepala sebagai jawaban.Kunjungan senja itu adalah kunjungan terakhir karena Ayah telah menanda tangani surat yang tidak memperbolehkan bertemu denganku.Saat itu tak kupikirkan yang kurasakan hanya menjadi anak yang paling bahagia dengan apa yang kuinginkan selalu terpenuhi oleh mama baruku.</p>
<p>&#8221;Nurut sama mama ya nak,jangan melawan dan jadilah anak yang pandai&#8221;pesan Emak dengan linangan air mata seakan enggan tuk melepaskanku pergi.</p>
<p>&#8221;Jangan khawatir kan syifa Bik,Saya akan menjaga dan merawatnya dengan baik tidaklah mungkin saya menelantarkannya&#8221;mama menjawabnya dengan teramat jelas kudengar.</p>
<p>Pelukan dan lambaian tangan dari bapak dan emak serta kak zaki tak membuatku terharu,saat itu yang kurasakan ingin segera kembali kerumah mama yang indah,nonton tivi dan bermain dengan boneka boneka lucu yang pandai bernyanyi.</p>
<p>Keseharian mama hanya dirumah yang sesekali melihat ke kebun jambu dan sawahnya yang luas terkadang mama pun mengajaku untuk melihatnya.<br />
Satu yang membuatku heran anak anak tetangga sering membicarakan mama rentenir bahkan ada yang sering bilang lintah darat.Pernah kutanyakan pada mama apa lintah darat dan apa rentenir?.Mama marah dan melarangku jangan bergaul dengan anak anak tetangga yang akhirnya membuatku tak punya teman bermain.</p>
<p>&#8221;Assalamu alaikum,Ibu juragan ada dirumah,Neng?Tanya Pak husain yang sudah sering berkunjung.</p>
<p>&#8221;Ada,tapi mama sedang tidur siang pak&#8221;Jawabku dengan boneka ditanganku</p>
<p>Bapak itu dengan rasa bimbang menunggu lama diluar hingga mama terbangun,Kulihat bapak tua itu sedang punya masalah seperti biasanya yang sering datang ke mama dan pulangnya dengan membawa uang.Entah berapa banyak orang yang sering datang kerumah mama datang membawakan oleh oleh untukku dan pulang mama akan memberikannya uang.Betapa baik dan bahkan mulia sekali mamaku mau memberi uang pada setiap yang datang.Namun terkadang mereka datang kembali dengan bertengkar dan meraung meraung meminta kebijakan mama.Sungguh tak kupaham dengan suasana yang membingungkan.Ada pujian ada permohonan ada tangisan yang akhirnya kekejaman mama yang mereka rasakan.</p>
<p>&#8221;Juragan..Saya tengah kesulitan uang untuk biaya rumah sakit Putra saya si Cecep.&#8221;Ucap pak Husain sore itu.</p>
<p>&#8221;Mana bisa saya meminjami uang lagi,bunga bulan lalu saja belum kau bayar.&#8221;Jawab mama dengan ketus.</p>
<p>&#8221;Iya Saya tahu Gan,tapi kali ini sungguh uang itu amat saya butuhkan,silahkan agan jadikan satu saja hutang hutang saya dan hitungkan berapa bunga yang harus saya setorkan dalam tiap bulannya&#8221;Suara pak Husain dengan menghiba yang membuatku menangis teringat Bapak didesa yang kerap tak punya uang untuk membeli beras.</p>
<p>Dengan menanda tangani surat pernyataan pak Husain berlalu dengan membawa uang yang berbunga 20% dari yang ia pinjam.Sering kulihat tamu tamu mama bersimpuh di kaki mama sambil menangis,Barulah kupaham apa yang kerap anak anak tetangga lontarkan padaku dan memanggil mama dengan sebutan lintah darat.Mama tak segan memarahi mereka bahkan meludahi mereka jika peminjam tak menyetorkan bunga bulanan,Entah berapa buah motor yang disita mama karena peminjam tidak mampu bayar.</p>
<p>Kemanisan mama dan kasih sayang hanya kurasakan dalam hitungan bulan karena bulan bulan berikutnya mulailah kurasakan kepedihan yang sebelumnya belum pernah kubayangkan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong><em>Bersambung</em></strong><br />
<img style="cursor:pointer;" src="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" alt="" align="right" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=49&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/deritaku-di-istana-megah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cintaku Pada Husain</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/cintaku-pada-husain/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/cintaku-pada-husain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpenku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Satu kata yang belum pernah terkata..       inginku kaupun mengetahuinya                     bahwa        Fatimah cinta Husain            Diary yang ditulis Fatimah pagi ini terasa aneh karena baru kali ini fatimah menuliskannya dengan jelas dibuku diary birunya.Masih dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=47&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p><em>Satu kata yang belum pernah terkata..<br />
      inginku kaupun mengetahuinya<br />
                    bahwa<br />
      </em><em><strong> Fatimah cinta Husain<br />
           </strong></p>
<p></em>Diary yang ditulis Fatimah pagi ini terasa aneh karena baru kali ini fatimah menuliskannya dengan jelas dibuku diary birunya.Masih dengan tersenyum<br />
fatimah masih membaca yang ia tuliskan sambil kedua bibirnya terus berkata jika ia mencintai Husain hanya karena Allah.</p>
<p>&#8221;Mi&#8230;Husain ada nyari fatimah gak mi.?&#8221;tanya fatimah seraya meneguk secangkir latte panas pagi itu.<br />
&#8221;Lah barusan tadi husain kemari,katanya mau nganter kamu beli kerudung.&#8221;uminya memberitahukan jika husain tadi pagi ada datang  mencari fatimah  malah membawakan sepotong roti yang telah di oles coklat kesukaan fatimah untuk sarapan pagi.</p>
<p>Tanpa mendengarkan ucapan ibunya yang belum selesai,fatimah segera beranjak meninggalkan sarapan yang belum ia habiskan.Dengan langkah kaki<br />
terburu menaiki lantai atas dan segera kembali dengan tas kecil ditangannya yang biasa ia bawa kala akan bepergian.Dengan terburu fatimah meng<br />
ambil helm yang masih nyantel di motornya dengan tanpa memberitahukan ibunya ia berlalu hanya untuk mengejar Husain yang telah membawakan<br />
sarapan paginya.</p>
<p>Di rumah yang kelihatan sepi fatimah memakirkan motornya tepat dibawah pohon mangga halaman rumah.Tempat itu adalah tempat kostnya Husain<br />
yang akhir akhir ini kerap didatangi fatimah setiap waktu .Kedua insan itu telah saling mengenal 25 tahun bahkan fatimah telah mengenal Husain<br />
Sebelum Husain mengenalnya.</p>
<p>&#8221;Lah..Fat ngapain kemari,tadi aku kerumahmu bawakan sepotong roti bakar yang ku oles coklat tapi kamunya masih mendekam dikamar.&#8221;Sambut<br />
 husain  kala melihat fatimah yang tengah berdiri di depan pintu kamar.</p>
<p>&#8221;IC..Temani aku beli kerudung dunk,aku kan lama gak pulang kampung,so gak tau toko kerudung yang bagus dan harganya murah.&#8221;Suara manja<br />
 fatimah dan tangannya menarik lengan husain yang membereskan kamarnya.</p>
<p>&#8221;Iya ya deh fat,ntar ku antar kamu beli kerudung tapi kubereskan kamarku dulu yah.&#8221;pinta husain pada fatimah yang tengah membuka buka diary milik  husain.Tak ada marah yang terlihat diraut Husain meskipun fatimah kerap membaca diary nya tanpa permisi.</p>
<p>Mentari yang mulai beranjak mendekati siang,dan semilir angin gunung pajajar yang cukup menyejukan membuat fatimah betah berlama lama tinggal<br />
di Kost an Husain hingga hari mendekati malam.Kedua insan itu yang bertaut usia 3 tahun selalu tertawa bersama penuh keriangan terlebih fatimah<br />
yang berkarakter periang  sedang Husain yang penuh wibawa dengan pembawaan calm.Sepintas terlihat sepasang yang pantas dan bahkan sering<br />
banyak pandangan mata yang melirik akan keserasian mereka.</p>
<p>&#8221;Fat..itu yang warna ijo lumut juga pantas kamu kenakan tuh.&#8221;Ucap Husain yang tengah memilihkan warna kerudung buatnya.<br />
&#8221;Eh Fat..itu yang merah,biru,hitam semuanya bagus dan  kayaknya pantas dech kamu kenakan.&#8221;seloroh Husain yang memberikan acungan jempol pada fatimah yang rautnya mulai merona merah.</p>
<p>Satu kebiasaan fatimah yang suka membeli barang dengan jumlah banyak,Membuat tanganya penuh dengan belanjaan namun hal itu tak perlu ia<br />
takutkan karena ada Husain yang selalu bersamanya kemana fatimah bepergian.Lengan kiri fatimah membawa sebagian belanjaan sedang tangan<br />
kanannya selalu menarik lengan Husain.Begitu juga dengan husain yang selalu berusaha melindunginya.Hingga tanpa mereka sadari ribuan pasang<br />
mata tengah memperhatikan langkah mereka dan berdecak kagum akan keserasian mereka berdua.</p>
<p>&#8221;Fat..panas banget hari ini yah,gimana kalau kita mampir dulu ke warung es campur Bi Nok.&#8221;Tanya Husain .<br />
&#8221;Wow Ok banget tuh,yuk kita kesana akupun kangen banget dengan es alpukatnya warung itu.&#8221;Fatimah dengan segera menaiki motor yang di setir<br />
Husain menuju warung nostalgia mereka berdua kala masih kanak kanak karena hingga kini warung itu masih ada tanpa ada perubahan.</p>
<p>Husain yang selalu mengingat setiap kesukaan fatimah segera memesankan  es alpukat dan segelas es campur buah kesukaanya.Fatimah duduk<br />
disudut ruang sedang Husain tepat dihadapannya hingga sesekali ia melirik pada fatimah yang tengah mereguk es alpukatnya..</p>
<p>&#8221;Fat.mau nyoba es campurku gak,enak loh rasanya&#8221;tukas husain memberikan sesendok dan menyuapinya tanpa mempedulikan beberapa pasang<br />
mata tengah memperhatikan mereka.</p>
<p>Fatimah tetap tidak peduli pada tiap mata yang memandangnya sinis bahkan terkadang ada ucapan yang menyindir seorang jilbaber kok mesra.<br />
Merupakan satu kebahagiaan tersendiri bagi fatimah kala berdekatan dengan Husain yang lama sekali tidak ia jumpai.Ternyata Husain bukan lagi<br />
husain yang dulu.Kini Husain telah menjadi sosok ikhwan yang taat dan pandai bukan lagi husain yang dulu kerap berkelahi dan tergolong anak yang nakal.</p>
<p>Pelangi diujung senja barulah pergi meninggalkan mentari yang kian tenggelam,disisa bias sinarnya Husain mengantarkan fatimah hingga teras depan<br />
tanpa singgah sebentar.Dan hal itu fatimah pahami kemungkinan besar Husain belumlah siap.Dia meluncur pergi meninggalkan fatimah yang masih<br />
tersenyum memandangnya.Dalam pikir fatimah kapankah hati Husain akan kembali walau fatimah telah melupakan kisah itu yang menorehkan sedikit<br />
sisa kenangan yang tak mungkin ia lupakan .</p>
<p>Di sisa letihnya dia masih memandang poto poto kenangan masa kecil dengan Husain yang selalu bersamanya,bahkan tak jarang Husain yang kerap<br />
membuat fatimah menangis.Masih dalam senyum fatimah berkata dalam hati <em>Husain,aku sudah melupakan kisah itu,aku hanya ingin kau kembali!</em></p>
<p>&#8221;Fat..kamu kenapa,rautmu pucat sekali.?&#8221;<br />
&#8221;Iyah ummi,mungkin kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran yang membuat migrainku kambuh lagi.!&#8221;jawab fatimah seraya kedua tanganya terus<br />
 memijat mijat kepalanya yang ia rasakan sakit.</p>
<p>Ingatanku hanya pada Husain untuk mengantarkanku pada dokter langgananku.Tidaklah sulit untuk menghubungi Husain.dalam waktu 15 menit<br />
Husain telah tiba di teras depan rumah.Ummi memapahku hingga depan pintu seraya berpesan pada Husain agar jangan ngebut dalam menyetir<br />
motor.Kupegangi pinggang Husain dan motorpun berlalu meninggalkan kepulan asap yang segera tersapu angin yang kurasakan cukup dingin.</p>
<p>Dokter menyarankan agar cukup istirahat dan hilangkan beban pikiran.Sepanjang perjalanan Fatimah bercerita tentang masa kecil dulu yang selalu<br />
bermain sosodoran hingga pergi kesawah mencari jangkrik dengan husain dan cerita itu cukup membuat husain terpingkal dalam tawa.Hening seje<br />
nak menyelimuti keduanya kala motor yang Husain setir memasuki halaman rumah fatimah dan seperti biasanya husain segera berlalu tanpa singgah<br />
walau fatimah masih berdiri memperhatikannya.</p>
<p>&#8221;Fat..kamu besok jadi berangkatnya.?&#8221;tanya ummi dengan nada sendu seakan tak rela jika putrinya kembali berangkat jauh ke negri sebrang.<br />
&#8221;iya mi,besok fat harus berangkat lagi karena tiketnya udah ga bisa dirubah.&#8221;<br />
&#8221;terus urusan Husain gimana atuh fat,husain ngomongnya gimana aja ama kamu teh?&#8221;uminya kembali berkata dengan ribuan tanya.<br />
&#8221;Sudah fat tuliskan surat mih.moga aja husain mengerti,nanti kalau fat pergi tolong kasihkan surat itu untuk husain ya mih.&#8221;pinta fatimah .</p>
<p>Malam beranjak larut,Hadirnya rembulan menyempurnakan kecantikan malam itu.Semilir angin malam yang menyeruak lewat celah kamar,Dengan<br />
secangkir latte fatimah masih menuliskan sebuah surat untuk husain yang ia cintai hanya karenaNYA.Karena hanya dengan cara inilah fatimah<br />
bisa mengungkapkan perasaan nya selama ini pada husain.</p>
<p><em>Sebelum aku pergi</p>
<p>Sain..<br />
Besok aku akan kembali pergi dan entah kapan akan berjumpa lagi,setahunkah atau bahkan lebih<br />
ada yang ingin kusampaikan namun selalu terlupakan hingga waktu itu tak lagi kumiliki.<br />
Hanya dengan menulis surat semoga engkau paham akan perasaanku &#8230;<br />
Kembalilah sain..kembalilah menemani ibu dan tetaplah tinggal dirumah.<br />
Kita dekat bercakap namun terasa jauh karena aku belumlah paham akan dirimu.</p>
<p>Sain<br />
jangan kecewakan aku,terlebih ummi yang kian hari kian tua tiada teman menemani selain bi euis.<br />
Aku telah melupakan kisah 8 tahun lalu dan tak ingin kumengingatnya.karena aku tahu kaupun secara tidak sadar melakukan itu&#8230;<br />
Engkau adikku satu satunya,dan orang tua kita hanya punya kita berdua&#8230;</p>
<p>hanya itu saja yang ingin kusampaikan untukmu ..<br />
aku mencintaimu hanya karenaNYA  Sain..</p>
<p>Wassalam<br />
Fat..2008824<br />
</em><br />
***<br />
Kuberikan surat yang kutujukan buat Husain yang kutitipkan lewat Ummi pagi itu,Sebuah rangkulan yang kudapatkan dari ummi terkala kaki hendak<br />
melangkah memasuki antrian cek bag airport Sukarno Hatta.lambaian tangan sengaja tak kuberikan untuk menutupi rasa rindu yang masih kurasaka<br />
kan pada mereka,pada kampung halaman dan pada masalahku dengan Husain yang belum kuselesaikan.</p>
<p>&#8221;Ummi,Fat udah nyampe dan sekarang langsung menuju rumah sakit tengok bunda.&#8221;fatimah memberitahukan kala ia tiba ditempat.<br />
&#8221;Owh syukur walhamdulilah fat udah selamat,oh iya fat kamu nulis apa sih buat si Husain,dia langsung nangis setelah baca surat kamu.!&#8221;<br />
&#8221;Halagh,nulis biasa aja kok mih,fat hanya nulis agar ia segera kembali kerumah nemenin ummi dan jangan lagi kost di luar sendiri,itu saja kok.&#8221;</p>
<p><strong>Seminggu kemudian</strong></p>
<p>Mentari pagi bersinar cerah terlihat begitu indah dihias dengan rombongan pipit kecil yang menari di ranting yang hampir tumbang.berkicau bersahut<br />
an dan hal itu merupakan hal sellau menjadi inspirasi tiap bait bait puisi yang kerap ia tuliskan untuk mengisi waktu luangnya.Perlahan mentari beranjak<br />
meninggi menyilaukan mata hingga matapun enggan tuk memandangnya.Suara bel pintu telah berbunyi memanggil fatimah yang tengah sibuk di dapur.</p>
<p>&#8221;Surat dai mana pak,tumben amat pakai surat tercatat segala.?&#8221;tanya fatimah pada pak post yang sudah ia kenal lama.<br />
&#8221;Dari indonesia non.&#8221;<br />
&#8221;sie sie sien sen,wow dari Husain euy.&#8221;</p>
<p><em>Assalamu alaikum wr wb</p>
<p>Semoga Fat disana sellau dalam lindunganNYA amin allahuma amin..</p>
<p>Fat..<br />
Aku sudah tidak tinggal di kost an itu lagi dan kini tinggal dirumahmu menemani ibu<br />
Hal 8 tahun lalu itulah yang membuatku terkadang malu untuk tinggal bersamamu<br />
karena kejadian itu hal yang paling aku benci secara tidak sadar aku lakukan,<br />
kalau saja waktu itu tiada yang melerai mungkin kau telah mati ditanganku..</p>
<p>Fat..<br />
sejak itu,aku memilih tinggal di rumah kost dan menjauh hingga baru awal tahun lalu aku kembali kedesa itu<br />
itupun tak berani aku memasuki rumahmu karena ingatanku masa itu&#8230;<br />
aku benci diriku atas sikap laluku dan kini keinginanku hanya ingin melindungimu&#8230;</p>
<p>Fat..<br />
satu keinginan yang ingin kusampaikan dan semoga ini tidaklah terlambat bagiku..<br />
ingin sekali aku memanggilmu <strong>Teteh</strong></em>,<em> sama seperti yang lain yang memanggil nama teteh pada mbaknya..<br />
Terasa canggung mungkin terdengar namun sungguh aku ingin memanggilmu dengan sebutan itu..</p>
<p>Teh..sekian dulu curhat dari adikmu..</p>
<p>pesanku buat teteh..jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran yah teh,ntar kalau migrainmu kambuh gak ada yang mijitin kepalamu kan yah <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /></p>
<p>Wasalamu alaikum wr wb..<br />
i luv u too my sizta..<br />
<strong>Husain</strong></em><br />
***<br />
Berderai air mata bukan berarti duka,namun  tangis fatimah kali ini tangisnya bahagia karena harapannya selama ini telah terkabulkan.<br />
Adik satu satunya yang sempat berdiaman bertahun lamanya kini telah kembali dan menempati rumahnya menemani umminya yang makin tua.<br />
Satu kebahagiaan karena saudaranya telah menyadari salahnya bahkan kini telh mulai memanggilnya <em>Teteh </em>,bukan lagi seperti dulu selalu memanggil namanya..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=47&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/cintaku-pada-husain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Lagi Kau Cintai Aku</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku-2/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra &#8221;Mas,,Jika memang akulah gadis yang memikatmu,itu kan hanya masa lalu yang cukup kita kenang dan tak mungkin akan terulang&#8221;Jawabku dengan hambar.dan masih berusaha menghilangkan kegugupan &#8221;Tapi Nda,,Sungguh hingga detik ini,bayangmu tak pernah lepas dari benakku&#8221;Ari menyatakan dengan tegas . Berbagai alasan kuberikan untuk tidak menerima cinta Ari yang kurasa teramat mengagetkan.Bukan karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=45&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p>&#8221;Mas,,Jika memang akulah gadis yang memikatmu,itu kan hanya masa lalu yang cukup kita kenang dan tak mungkin akan terulang&#8221;Jawabku dengan<br />
hambar.dan masih berusaha menghilangkan kegugupan</p>
<p>&#8221;Tapi Nda,,Sungguh hingga detik ini,bayangmu tak pernah lepas dari benakku&#8221;Ari menyatakan dengan tegas .</p>
<p>Berbagai alasan kuberikan untuk tidak menerima cinta Ari yang kurasa teramat mengagetkan.Bukan karena marital status dan bukan pula karena Ari<br />
tidak setampan idamanku.Alasanku menolaknya cuma satu karena aku masih trauma dan belum siap untuk memikirkan pernikahan.Ungkapan yang ia simpan selama puluhan tahun akhirnya mendapat jawaban yang mengecewakan.Ada rasa sesal dan rasa bersalah tentang pernyataanku yang kuanggap terburu buru.Aku tak berharap Ari menanti harapan yang tak pasti dan keputusan tegas lah yang harus kuberikan untuk meyakinkannya jika aku tidak mungkin menerimanya.</p>
<p>Setelah senja itu Ari tak lagi menemuiku dan hal ini sudah kuduga sebelumnya.Biar semuanya berlalu bagai siraman air jatuh ke bumi dan aku tak perlu mengingatnya kembali.Hari hariku berlalu seperti biasanya walau terkadang ficha dan kedua ponakanku sering menanyakan Mas Ari yang lama tak bertamu.</p>
<p>                                                                         *******<br />
<strong>Sebulan kemudian</strong><br />
&#8221;Aunti..ini ada surat buat aunti&#8221;Moura datang menghampiriku dengan surat yang bersampul biru warna kesukaanku.</p>
<p>&#8221;Simpan saja di meja Ra,Aunti udah wudhu nih Fardhu Ashar nanti terlewat lagi gara gara baca surat&#8221;jawabku dengan mukena yang telah ku kenakan.</p>
<p>Ada perasaan aneh kala melihat surat bersampul biru yang tergeletak di meja belum sempat kubaca.Kebiasaan burukku selalu merasa malas untuk membaca surat dari siapapun.Namun kurasakan beda senja ini dengan sampul biru karena yang tahu aku penyuka warna biru hanyalah Mas Ari seorang.</p>
<p><strong><em>Assalamu alaikum wr wb</em></strong><br />
<em>Semoga Nda sehat dan sellau dalam lindunganNYA.</p>
<p>Nda..<br />
Engkaulah wanita yang selama 15 tahun bersemayam direlung hatiku.Posisimu dihatiku tak pernah tergantikan.<br />
Karena rasa cinta inilah yang memberi semangat padaku hingga menjadikan dirikulah yang sekarang.<br />
Nda..<br />
Maafku yang pertama atas kata kata yang pernah kuucapkan telah membuatmu kecewa<br />
Namun kau akan lebih kecewa jika tidak mengetahuinya,karena perhatian itu telah kusimpan begitu lama hingga menyatu dengan raga.</p>
<p>Nda<br />
Maafku yang kedua atas kebohonganku bulan lalu di teras depan rumahmu..<br />
Hari itu aku tengah dalam bimbang antara dua pilihan untuk menentukan siapa yang akan mendampingku..<br />
Satu,kamu pilihanku dan satu pilihan ibu.Seandainya hari itu engkau menerimaku &#8230;<br />
Dengan  segera aku meminang dan menjadikanmu istriku..Kusadar cintamu memang bukan untukku Nda..<br />
Hingga kini kuputuskan untuk menikah dengan pilihan ibu,Seorang gadis yang kukenal sedari kecil dulu..<br />
Sama seperti aku mengenalmu..</p>
<p>Nda..<br />
Kutunggu loh kedatanganmu di acara pernikahan kami,Acara ini teramat mendadak karena bulan depan Aku harus pindah tugas diluar pulau.<br />
Satu pesanku buatmu Nda~<em>Jangan egois tapi perlu kau pikirkan putrimu memerlukan figur seorang Ayah~</em> </em></p>
<p><strong>Nb:Cukup 15 tahun saja aku mencintaimu</strong></p>
<p>                                                                                             Wassalam<br />
                                                                                           <strong><em>Husairi Al-Hasyim</em></strong></p>
<p>Kulipat surat yang barusan kubaca air mataku berlinang tak tertahankan.Hingga secara tak sadar terucap kata<br />
<em>Andai saja aku bukan janda,Aku akan menerimamu mas</em>..Satu ungkapan yang berlawanan dengan ucapan bulan lalu di teras depan rumahku.</p>
<p>Haruku pada Ari yang menanti 15 tahun lamanya,tanpa pernah kusadari Ari yang dulu kupanggil si hitam kaya aspal menyimpan cintanya begitu mendalam.Tangisku malam ini bukan karena sesal telah menolaknya namun tangis kebahagiaan akan Ari yang telah mendapatkan pelabuhan hati yang tepat.Teringat cinta Ari mengingatkanku pada sebuah lagu <em>Kutunggu jandamu</em>.Simpul dalam senyum malam itu menerawang langit yang makin kelam.</p>
<p>Sengaja surat yang barusan dibaca akhirnya kubakar ditengah kegelapan malam,Tak usah ku menyimpannya karena apa yang tertulis telah tersimpan<br />
di kedalaman hatiku yang paling dalam.Do&#8217;a dengan segenap ketulusan hati semoga Ari berbahagia dan cukup mencintaiku dimasa lalunya .</p>
<p>                                                                  *****<br />
<strong><em>Seminggu kemudian</em></strong></p>
<p>&#8221;ummi,,ini ada undangan &#8221;Ficha menghampiriku dengan undangan merah jambu.sebelumnya telah kutebak pasti undangan dari Ari.Kubuka undangan<br />
 dengan perlahan sekedar ingin tahu dimana alamat pesta di adakan.Tersentak diri bagai tersengat aliran listrik,Detak jantungku berdegup kencang<br />
 dan tumit kurasakan lemas,Setelah kubaca nama mempelai wanita.</p>
<p>&#8221;Hah ..Meylina,busyet dech&#8221;Suaraku memanggil nama yang cukup kuhapal,Seakan tak percaya namun nyata dan jelas adanya jika mempelai wanita<br />
 itu meylina teman kami sekolah dulu.Meylina adalah sahabat kecil kami,dan meylina sendiri yang tahu akan cinta Ari padaku selama ini.Cinta segitiga<br />
 yang nyata bukan hanya terjadi di televisi.</p>
<p>Terpingkal sore itu kala kubaca undangan.hingga putriku pun merasa heran dengan umminya sore itu.Lima hari berlalu dan kurasakan penat untuk memilihkan kado buat Ari Dan Meylina.Dalam rasa bingungku sore itu tiba tiba terdengar suara bel pintu memanggilku.</p>
<p>&#8221;Salamun alaikum Nda&#8221;Suara parau itu kudengar setelah lama tak pernah kutahu kabar beritanya.</p>
<p>&#8221;Waalaikum salam,,Linaaaaaaaaa hei lama sekali tak sua,bagaimana kabarmu selama ini,Eh selamat selamat yah&#8221;Ucapku dengan perasaan penuh kebahagiaan</p>
<p>Meylina menceritakan keadaanya selama tinggal di rantau,Menceritakan pekerjaan dan terakhir rencana pernikahannya yang katanya tak terencana sebelumnya.Kulihat lina merasa canggung padaku dan kupahami mungkin rasa malu atau  bersalah padaku walau aku tak pernah menyalahkannya.<br />
Karena cinta Ari padaku toh hanya sebatas kisah anak anak dan hal itu sudah menjadi hal yang wajar dan kerap terjadi pada yang lain.</p>
<p>&#8221;Nda,,Aku mohon maaf atas sikapku dulu yang tak memberitahukan amanah Ari,tapi malah menyebarkannya pada satu sekolahan&#8221;Ucap meylin adengan raut sesal mendalam.</p>
<p>&#8221;Sudahlah lin,,itu kan hanya cerita anak anak.Lagian akupun gak pernah suka pada Ari,Kamu tau sendiri malah aku yang kerap manggil si Ari dengan sebutan <em>Orang item kaya Negro.</em>&#8221;Jelasku dengan panjang lebar hingga kerongkongan kurasakan kering bagai kemarau tiada siraman air.</p>
<p>Makin terkaget senja itu kala Meylina mengatakan alasannya tidak memberitahukan perasaan Ari padaku waktu dulu.Meylina berbuat demikian karena lina sendiri menyukai Ari hanya karena Ari keseringan curhat dan merasa patah hati dengan cintanya yang tak pernah ku ketahui.Lina tempat curhat Ari hingga lina teramat hapal karakternya.Cinta lina pada Ari mungkin sebanding Dengan Cinta Ari padaku atau bahkan lebih.</p>
<p>Senja yang indah pertemuanku dengan Meylina membuatku tersenyum bahagia.Kisah cinta yang saling memendam rasa walau pada akhirnya cinta berlabuh pada orang yang berbeda.Yakinku pada Ari mampu mencintai meylina dan yakinku pada Meylina tidak akan menyia nyiakan Ari.</p>
<p>                                                                                          ********<br />
Kukenakan gaun panjang berwara biru berjalan memasuki gedung berlantai tiga tempat pesta pernikahan Ari dilaksanakan.Kugandeng tangan putriku yang kupakaikan gaun berwarna sama.Mayoritas tamu teman temannya Ari bahkan sebagian ada yang masih berpakaian dinas membuat ficha merasa ketakutan.</p>
<p>&#8221;Selamat selamat ya Lin s&#8217;moga menjadi keluarga <em>Samara</em>&#8221;Ucapku dengan senyuman yang penuh arti walau senyuman itu hanya kami bertiga yang tahu maknanya.</p>
<p>&#8221;Iya Nda thank&#8217;s yah,kapan kamu menyusul kami&#8221;Suara keduanya serentak menggodaku.</p>
<p>&#8221;Halagh mulai dech mulai,A u Ah gelap&#8221;jawabku seraya bersiap diri berpose mengabadikan kebahagiaan mereka lewat jepretan poto.</p>
<p>Entah berapa kali jepretan,Rautku di bidik camera hingga kurasakan silau dan menyebalkan.Kalau saja tangan meylina tidak menggenggamku mungkin aku sudah kabur duluan meninggalkan pesta.Kulihat Ficha mulai merengek dan mengajaku pulang dan ini merupakan kesempatan serta alasanku cukup kuat untuk segera meninggalkan pesta.</p>
<p>&#8221;Wah wah..putriku  kumat lagi nech,Aku pulang duluan yah&#8221;Ucapku buru buru.</p>
<p>&#8221;Iya dec Nda,,makasih banyak atas doa dan kedatanganya ya Nda&#8221;Jawab Ari dengan senyumanya yang kini kurasakan beda.</p>
<p>Dengan senyum mengembang penuh kebahagiaan kutinggalkan pesta pernikahan.Sepasang pecinta sejati yang menyimpan perasaan dengan puluhan tahun lamanya pada akhirnya bertaut dengan indah.Ficha tertelalp dengan mimpinya dan kembali kubuka diaryku menuliskan perasaanku hari ini.Terbersit dalam fikirku untuk menjadikan kisah Cinta Ari pada sebuah cerpen atau puisi&#8230;</p>
<p><em><span style="color:blue;">Sukabumi 2006 dec 12</p>
<p>Katakanlah cinta jika rasa itu ada,janganlah sampai kisah cinta Ari Pada Nda akan terulang..<br />
Ribuan sesal tiada guna,,penantian lama sia sia yang akhirnya tertoreh luka karena sang pujaan dipinang tetangga <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" border="0" alt="Ngikik.." /></p>
<p>Cukup bahagia melihat kalian hidup bersama,Arungi bahtera hingga ke pelabuhan ridhaNYA.<br />
Kumohonkan pada angin malam ini bisikan pada hati yang kini tengah berbahagia&#8230;.<br />
~~<span style="color:red;">Cukuplah mencintaiku 15 tahun saja karena setelah malam ini cintanya telah haram baginya~~</span></span></em></p>
<p>                                                      <strong><em>Closed your love</em></strong><br />
                                                                   smile</p>
<p>                                                           <strong><em>Tamat</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=45&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/hihi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ngikik..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan lagi kau cintai Aku</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbungku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Senja dimusim kemarau yang penuh debu dan panas membuatku malas keluar rumah walau sekedar duduk di teras depan.Barulah kurebahkan diri dilantai beralaskan tikar tiduran nonton TV sambil baca koran.Setelah barusan sibuk didapur membuat cemilan untuk putriku Aishy fika serta kedua keponakanku viviet dan moura.Serabi dicampur oncom dage kesukaan mereka untuk cemilan kala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=43&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p>Senja dimusim kemarau yang penuh debu dan panas membuatku malas keluar rumah walau sekedar duduk di teras depan.Barulah kurebahkan diri dilantai beralaskan tikar tiduran nonton TV sambil baca koran.Setelah barusan sibuk didapur membuat cemilan untuk putriku <em>Aishy fika </em>serta kedua keponakanku viviet dan moura.Serabi dicampur oncom dage kesukaan mereka untuk cemilan kala sore sepulang dari madrasah.Hal demikian hampir setiap hari kulakukan selepas fardhu Ashar.</p>
<p>&#8221;Umiiiiiiiiiiiiiii..Ada pak polisi mencari Umi&#8221;Ficha memanggilku dengan mulutnya yang masih mengunyah serabi yang masih panas.</p>
<p>&#8221;Apa?Polisi mencari Umi&#8221;Jawabku dengan rasa malas merasa istirahat soreku terganggu dengan kedatangan tamu yang tak ku kenal.Kusuruh viviet<br />
turun kebawah untuk melihat siapa tamuku.</p>
<p>&#8221;Aunti..Tamunya pak polisi,Orangnya agak kurus,tinggi,kulitnya hitam katanya teman sekolah Aunti&#8221;Jawab viviet dengan penuh kepolosan.</p>
<p>Rasa heran dan tanda tanya tentang tamu yang mencariku.Kususuri tangga menuju ruang tamu dari kejauhan kulihat sosoknya yang membela<br />
kangiku.Masih kuperhatikan siapa dia yang berpakaian dinas dan mengaku sebagai temanku.Sosok itu masih menatap potoku yang terpajang di sudut<br />
ruang tamu.</p>
<p>&#8221;Heeeeeeeeeiiiiiii Subhanallah&#8221;Suaraku tersekat kala kulihat sosok yang berdiri dihadapanku selama puluhan tahun tak pernah bertemu.Dia Adalah<br />
 Teman SD dulu <em>Husairi Al-Hasyim</em> namanya.Dia teman SD yang dulu kerap membuatku menangis hampir setiap hari.Rupanya ia telah menjadi<br />
 seorang polisi sesuai cita cita waktu kecilnya.</p>
<p>&#8221;Assalamu alaikum,Lama tak sua ya <em>Nda</em>&#8221;Sapa Hasyim dengan senyum khasnya yang dulu sosok pendiam dan pemalu kini pandai bicara dan ada<br />
 sedikit canda.</p>
<p>&#8221;Waalaikum salam,Iya lama sekali,Bagaiman kabarmu,loh kok tahu sih rumahku disini&#8221;?Jawabku dengan rasa senang mendengar kabar baiknya.Sesuai<br />
 kesepakatan,Aku memangilnya Mas Ari dan dia tetap memanggilku <em>Nda</em>.Kependekan dari nama <em>Amanda </em>.Dia tahu rumahku dari adikku yang minggu lalu ditilang polisi dan ternyata yang menilangnya Ari sendiri.</p>
<p>Percakapan kami senja itu penuh canda dan tawa mengingat masa kecil yang penuh keluguan.Ari sosok yang pandai hingga aku merasa bosan setiap catur wulan dia lah yang selalu menjadi urutan pertama.Ku ingat waktu itu kelas tiga SD semua teman sekelas menggosipkan kalau Mas Ari pacarnya<br />
Nda,Hampir setiap hari aku menangis karena selalu di candain pacarnya Mas Ari,Hingga sekolahku selalu diantar dan di tungguin ibu hingga pelajaan berakhir.</p>
<p>&#8221;Lucu ya mas kalau ingat kejadian itu&#8221;Ucapku dengan tawa merasa terbawa dalam memori lamaku kala SD dengan berseragam merah putih dan menangis di pos kamling yang berada di ujung sekolahan.</p>
<p>&#8221;Iyah lucu sekali ya Nda,sekarang dimana mereka,si fatimah,si zahra.Adenia,Fazri,Arum,novi dan lain lainnya&#8221;Tanya Ari penasaran mendengarkan kabar mereka.</p>
<p>Kuceritakan fatimah yang tinggal di china mengikuti suaminya,si zahra yang menikah dengan anak saudagar kaya,Si Fazri yang sudah punya anak<br />
tiga,Si Arum yang akan mengakhiri masa lajangnya,Adenia tinggal di jakarta dan menjadi seorang guru serta si Novi yang melanjutkan lagi studinya&#8221;Ceritaku dengan jelas.</p>
<p>&#8221;<em>Nda Nda</em> ..Kamu emang tiada habisnya dari dulu kayak wartawan aja&#8221;Ucap Ari tertawa seraya meneguk latte yang kubuatkan tadi.</p>
<p>&#8221;Halagh enak aja kalau ngomong,aku gak cari info kok,la wong mereka kerap mengirimiku email&#8221;Jawabku sedikit membela diri.</p>
<p>Ari menceritakan tentang kehidupannya selama ini,Hingga ia menceritakan tentang dirinya yang hingga sekarang belum menikah karena satu alasan yang kupikir tidak masuk akal.Cinta pertama Ari yang kandas dikecewakan gadis pujaan yang membuat trauma bahkan luka hati yang mendalam.</p>
<p>&#8221;Terus terus sekarang dimana gadis itu mas&#8221;Tanyakau penasaran.Ada sedikit ingin marah pada sang gadis itu karena telah megecewakan seorang<br />
lelaki yang begitu mencintainya.</p>
<p>&#8221;Gadis itu kini telah menikah nda dipinang anak saudagar kaya&#8221;Ari menjawab pertanyaanku dengan senyum yang kurasakan getir dan kulihat raut sedih dimatanya.</p>
<p>Ficha dan kedua keponakanku datang menghampiri dengan tas dan buku ditangannya,Memintaku untuk menemaninya mengerjakan PR dari gurunya.<br />
Kubiarkan ficha duduk di sebelah Ari,Sedang moura dan viviet duduk disebelahku.Kuajari ficha menggambar bulatan bulatan dan kota kotak kecil.<br />
Ficha anak yang pandai hingga mudah menghapal apa yang kuajarkan,Tak heran cukup dengan lima menit saja PR nya telah ia selesaikan denagn sempurna.Sesekali Ari mencandai ficha hingga sore itu ruang tamuku cukup ramai dengan suara canda dan tawa mereka dan aku hanya tersimpul dalam senyum menatap mereka yang mudah akrab.</p>
<p>&#8221;Wah Nda ..udah hampir maghrib,Aku permisi dulu yah&#8221;Ucap Ari seraya mengatakan pada anak anak kalau besok akan kembali berkunjung dan bermain menemani mereka.</p>
<p>&#8221;Iya silahkan,Emang aku juga lagi nunggu kamu permisi kok,mau ngusir gak enak,akhirnya nunggu kesadaran kamu aja untuk beranjak&#8221;jawabku dengan kebiasaan canda yang dibalas oleh gelak tawanya.</p>
<p>Malam beranjak meninggalkan senja,Seperti biasanya pukul 9 malam ficha mulai merengek minta ditemani tidur.Kubiasakan ficha untuk tidur terpisah kala usianya tiga tahun,Kumatikan lampu kamarnya dan mulai mendongeng tentang si kancil yang ku karang sendiri.</p>
<p>&#8221;Ummi..Om polisi itu baik ya mi&#8221;Tanya ficha menatapku.Dengan singkat kujelaskan jika Ari adalah temanku yang pandai saat kecil dulu.</p>
<p>&#8221;Mi..Kata Om polisi itu,besok om nya mau kesini lagi nemenin ficha bermain&#8221;Suara ficha menghilang diterkam rasa kantuknya Hingga suara nya tak lagi kudengar.</p>
<p>Dalam renungku malam ini,kurasakan sunyi yang terkadang mencekam hati,tiada tempat kuadukan suka duka selain pada laptop dan artikel artikelku.<br />
Atau bahkan cerbung dan cerpenku yangterinspirasi dari perjalanan hidup yang kulalui.Keluh kesahku hanya kusalurkan lewat bait bait puisi yang kadang membawaku untuk berimajinasi.Itulah yang kurasakan kini sejak perpisahan 3 tahun lalu itu ku alami.Satu perpisahan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.</p>
<p>&#8221;Ummi&#8230;Ficha mau di anterin ummi&#8221;Rengek ficha pagi itu memintaku mengantarnya pergi sekolah.</p>
<p>&#8221;Loh kenapa?Biasanya kan di anterin ama om husain?&#8221;Tanyaku heran dan kupenuhi permintaan ficha untuk mengantarkannya pagi itu.</p>
<p>Kuantarkan ficha hingga gerbang pintu sekolah.Kutatap putriku dari kejauhan yang mulai bercakap dengan teman temannya hingga tak lagi peduli jika ibunya masih menatapnya di balik pintu pagar.Dengan samar kulihat sosok Ari menghampiriku lengkap dengan pakaian dinasnya yang kebetulan kantornya berada tepat di sebelah sekolah TK.Rupanya barusan ia membantu anak anak TK menyebrang jalan.</p>
<p>&#8221;Pagi nda,,putrimu sekolah disini juga yah&#8221;Tanya Ari dengan senyum paginya.</p>
<p>&#8221;Iya,,Loh jadi dirimu dinas di polsek sini toh&#8221;Tanya isengku dan Ari menjawabnya seraya mengatakan jika sore nnati akan berkunjung kembali<br />
kerumahku.Hanya kuanggukan kepala sebagai jawaban dan kuucapkan salam melangkah pergi meninggalkan Ari yang mesih terpaku menatapku dari kejauhan.</p>
<p>Untuk menyambung hidup kubuka toko kayu dan bahan bangunan yang dibantu oleh kedua adikku.Kumulai dari senin hingga saptu dari jam 8 hingga jam 4 sore.Dengan toko yang kupunya aku mampu membiayai semua kebutuhan sehari hari dan kurasakan sudahlah cukup memadai.Hari minggu kala toko tutup selalu kugunakan untuk membawa putriku jalan jalan atau seharian tiduran dalam kamar yang kubuat senyaman mungkin hingga membuatku selalu betah dirumah.</p>
<p>&#8221;Ummi..Ada Om polisi datang&#8221;Ficha memberitahuku dengan kedua tangannya yang membawa boneka serta coklat pemberian dari Ari.Segera kutemui dengan membawakan cemilan yang masih hangat.</p>
<p>&#8221;Heii&#8230;Hayooo nyuri waktu kerja ya&#8221;Tanyaku sambil menyodorkan cemilan tadi dan Ari segera meraihnya.</p>
<p>&#8221;Hehehe iyagak apa apa kok Nda,mumpung kantor agak nyantai dikit&#8221;Jawabnya mengaku .</p>
<p>Dalam senja itu kami ditemani Ficha hanya mengobrol di teras depan rumahku.Ari kembali menceritakan lanjutan cerita hari kamaren tentang tugas tugasnya,suka duka sebagai seorang abdi negara.Akhirnya akupun bercerita tentang pernikahan dan perpisahan serta cita citaku dimasa depan untuk membesarkan Ficha dengan kesendirianku.Helaan napas panjang kudengar dan Ari mengatakan jika dirinya masih belum mampu melupakan gadisnya.</p>
<p>&#8221;Mulai dech mulai..Mas pasti akan cerita pacar pertamamu dulu,nyebelin amat sih,emangnya gak ada cerita lain apa?&#8221;Jawabku meledek</p>
<p>&#8221;Huh pandai nebak amat sih kamu Nda&#8221;sambungnya</p>
<p>&#8221;Mas,,Enak yah jadi seorang polisi,Tapi aku sih gak bakal dech punya suami polisi,gak minat belum siap tuk jadi istri kedua&#8221;Tanyaku iseng alihkan lamunan Ari dalam percakapan gadisnya.</p>
<p>&#8221;Yah lumayan nda,Itulah seorang abdi negara yang menomor satukan tugas dan menjadikan istrinya nomor dua setelah tugasnya&#8221;jawabnya dengan canda.</p>
<p>Suasana kembali hening merasa kehilangan topik  pembicaraan yang akhirnya kami pun hanya diam dengan sejuta lamunan .sementara Ficha masih bermain dengan kucing kesayangananya di halaman rumah.Sedangkan Ari masih menerawang awan yang makin menghitam pertanda akan hujan.<br />
Harapku dalam hati semoga hujan lekas turun agar Ari segera pulang.Kulihat dari rautnya seperti ada hal yang ingin ia bicarakan hingga membuatnya enggan tuk beranjak.</p>
<p>&#8221;Nda..Kamu ingat si Meylina,teman kita dulu&#8221;?Tanya Ari padaku.</p>
<p>&#8221;Iya..inget lah,Meylina kan yang gemparin aku pacaran ama kamu,sekarang dimana Meylina yah,bagaimana kabarnya dia&#8221;?Jawabku dengan tertawa ingat akan masa kanak kanak dulu yang di gosipkan pacaran ama Ari.</p>
<p>&#8221;Nda..Meylina gak bohong kok,Aku pernah bilang ama meylina kalau aku suka ama kamu,tapi lina malah menyebarkanna pada teman lain&#8221;Jawab Ari datar dengan suara yang hampir tak kudengar.</p>
<p>&#8221;Hah..apa?&#8221;Rasa kaget hingga buku yang tengah kubaca jatuh kelantai.</p>
<p>Ada sedikit perasaan aneh menggelayut di dinding hatiku,Suasana yang biasa penuh canda dan tawa berubah hening seketika.Dalam kebisuan ku alihkan pandangan menuju hilir mudik kendaraan di jalan raya depan rumahku.Masih kudengar jelas ucapan barusan yang membuatku gerogi dan tak mampu membuang rona merah dipipi.Ada rasa khawatirku akan sosok gadis yang Ari cintai selama ini.</p>
<p>&#8221;Nda..kamu tahu siapa wanita yang kucintai selama ini&#8221;?Tanya Ari dengan tenang.</p>
<p>&#8221;Gak,,apa urusannya denganku&#8221;jawabku menyembunyikan rasa gugupku.</p>
<p>&#8221;Gadis itu adalah kamu Nda&#8221;Suaranya yang sedikit tegas membuat jantungku berdegup keras,Rona malu dan rasa bersalah menyelimuti hati,</p>
<p>Apa yang kudengar dari Ari barusan tak penah kubayangkan sebelumnya.Bahkan tak pernah terpikirkan jika gosip masa kanak kanak itu benar<br />
adanya.Bagiku masa lalu adalah masa lalu terlebih kisah itu hanya masa kanak kanak yang belum mengerti apa makna cinta yang sesuangguhnya..</p>
<p><strong><em>               Bersambung</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=43&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/jangan-lagi-kau-cintai-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memotivasi Diri</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memotivasi-diri/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memotivasi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Semalam Aku teringat perkataan Dokter dan Suster yang memujiku karena merawat luka luka ibu dengan baik,hingga luka bekas surgical itu lekas mengering.Padahal Dokter dan suster pernah bilang jika luka ibu gak mungkin sembuh dalam waktu 3 Bulan.karena penyakit komplikasi yang di derita ibu.Sepulang dari rumah sakit aku sendiri yang merawat luka ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=41&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<p>Semalam Aku teringat perkataan Dokter dan Suster yang memujiku karena merawat luka luka ibu dengan baik,hingga luka bekas surgical itu lekas mengering.Padahal Dokter dan suster pernah bilang jika luka ibu gak mungkin sembuh dalam waktu 3 Bulan.karena penyakit komplikasi yang di derita ibu.Sepulang dari rumah sakit aku sendiri yang merawat luka ibu kini mengering bahkan sebagian sudah tidak perlu kuganti perban lagi.</p>
<p>Aku pikir merawat luka tidak beda jauh dengan merawat rasa kekecewaan Atau yang biasa hati yang terluka.<br />
Jika hati tengah merasa kecewa jangan dianggap enteng.di diamkan dikhawatirkan akan menimbulkan kebencian<br />
atau pula trauma dan bahkan tidak sedikit yang mencoba mengakhiri hidupnya hanya karena kecewa.<br />
Naudzubillah  <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/mewe.gif" border="0" alt="Mewek.." /></p>
<p><strong>Tips </strong><br />
1.Harus percaya jika luka bisa sembuh<br />
  Dengan rasa percaya akan kesembuhan luka akan memberikan semangat pribadi untuk segera sembuh</p>
<p>Begitu juga dengan hati yang kecewa haruslah berkeingin tuk sembuh,karena rasa ingin sembuh itu sendiri yang<br />
akan menyemangatinya untuk segera sembuh walau memerlukan tidak sedikit waktu dan perlu kesabaran merawatnya.Dalam rasa kecewa yang tidak segera kita rawat akan menimbulkan rasa trauma dan kecewa yang berkepanjangan. <strong>Apakah kita mau selamanya dalam rasa kecewa?</strong> camkan pertanyaan itu.</p>
<p>Semakin baik seseorang mempunyai motivasi diri, semakin baik dia memiliki persediaan kekuatan motivasi dirinya. Tentunya seorang muslim harus memiliki motivasi yang sangat tinggi, yaitu motivasi dalam koridor keridhaan Allah swt.kita harus muslim membuat (mengatur) visi dan misi hidup kita.Setelah kita punya kekuatan motivasi berubah menjadi &#8216;azam (tekad yang kuat), seorang muslim sudah seharusnya &#8220;berjalan&#8221;dalam proses aktivitasnya menuju ketakwaaan dan senantiasa bersabar dan bertawakal kepada Allah swt. dalam menempuh &#8220;perjalanannya&#8221; tersebut.</p>
<p>2.sering mengganti perban jika telah basah setidaknya sehari dua kali<br />
  kalau kelamaan tidak diganti dikhawatirkan akan ada bakteri lain yang akan membuat infeksi..</p>
<p>Begitu juga dengan rasa kecewa,harus sering seringlah mengganti suasana itu sendiri dan meninggalkan segera<br />
yang membuatnya kecewa.Jauhi teman teman yang sekiranya dapat merugikan.Segalanya harus dirubah entah suasana maupun cara pikir kita&#8230;</p>
<p>3.lalu memberikan lebih vitamin C,pasokan protein,sayuran dll<br />
  Vitamin C perlu untuk menjaga struktur kolagen, sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut,kulit, urat, tulang rawan, dan<br />
  jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka patah tulang, memar, perdarahan kecil dan luka ringan</p>
<p>Untuk yang penyakit hati atau tengah dilanda rasa kecewa perlu juga loh vitamin C.tapi vitamin C yang<br />
kumaksud adalah dengan cara mendekatkan diri dengan hal hal yang dapat menenangkan hati dan pikirannya.<br />
MIsalnya ke tempat liqa dan pondok disana ada ustad/ustadzah yang memberikan bimbingan pada kita.<br />
Perbanyak baca buku tentang pedoman hidup atau buku buku hidayah yang akan memberikan ketenangan hati.<br />
Lakukan kegiatan kegiatan yang banyak menghibur dan bermanfaat,misalnya olahraga rutin atau perpustakaan.<br />
Bisa kita ceritakan rasa kecewa kita pada sahabat yang kita percaya atau akan lebih baik pada bunda kita.</p>
<p>Jika kegagalan atau rasa kecewa kita rasakan bukan berarti kita harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.</p>
<p>Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan<br />
lain yang bisa membawa kita menuju kesuksesan.Kita telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini kita telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.</p>
<p>Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.<br />
Setiap kegagalan yang kita buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=41&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memotivasi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/mewe.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Mewek..</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memupuk Rasa Cinta</title>
		<link>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memupuk-rasa-cinta/</link>
		<comments>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memupuk-rasa-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 10:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meylin4</dc:creator>
				<category><![CDATA[Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meylin4.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[By:Fatim4h az zahra Dalam rasa jenuhku hari kemaren di sudut ICU.Tiba tiba terlintas benakku sebatang pohon yang tegak berdiri disebrang jalan.Kuberpikir dengan keterbatasan otakku.Bagaimana caranya agar pohon itu terus berdiri tegak,Tidak mudah tumbang meski di terpa angin atau badai hericane.        Dalam keterbatasan alam pikirku,Langkah apakah yang harus kulakukan,agar pohon yang kumiliki kelak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=39&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By:Fatim4h az zahra</p>
<div id="msg_1130377" class="post">Dalam rasa jenuhku hari kemaren di sudut ICU.Tiba tiba terlintas benakku sebatang pohon yang tegak berdiri disebrang jalan.Kuberpikir dengan keterbatasan otakku.Bagaimana caranya agar pohon itu terus berdiri tegak,Tidak mudah tumbang meski di terpa angin atau badai hericane.</p>
<p>       Dalam keterbatasan alam pikirku,Langkah apakah yang harus kulakukan,agar pohon yang kumiliki kelak berdiri tegak.Kupelajari lagi langkah untuk merawat sebuah pohon.</p>
<p>LAHAN</p>
<p>Langkah pertama yang disiapkan adalah lahan.Tanpa lahan mana mungkin kita bisa menanam pohon..Jika dalam lahan yang sempit itu telah tertanam pohon,maka janganlah kita berkkeinginan untuk menanam pohon lain disampingnya,Karena salah satu dari pohon itu akan mati.</p>
<p>PILIH BIBIT UNGGUL</p>
<p>Pilihlah bibit yang unggul dan tentunya yang kita harus pilih jenis pohon apa yang kita sukai.Berkeinginan untuk memiliki pohon yang indah dan enak dipandang itu hal wajar tapi kita juga harus ingat akan perawatan yang mudah atau sulit.Kita harus pikirkan juga pohon itu berguna atau merugikan tidak pada diri kita.harus tetep hati hati jangan terpikat dengan keelokan sebuah pohon yang cantik atau indah karena belumlah tentu yang cantik dan indah itu mudah kita rawat.</p>
<p>PENYIRAMAN</p>
<p>Penyiraman yang teratur.perlu di perhatikan juga dengan penyiraman,jangan terlalu sering atau jarang.Penyiraman yang sering kita lakukan akan mengakibatkan bibit pohon terendam air dan bibit itu akan mudah membusuk karena endapan air yang berlebih.begitu juga jika penyiraman yang jarang kita lakukan bibitpun akan mati layu karena kekeringan.</p>
<p>PEMUPUKAN</p>
<p>Pemupukan pohon bisa dilakukan pupuk buatan atau pupuk alam.Agar senantiasa pohon yang kita tanam akan subur terjaga.</p>
<p>PENJAGAAN DAN PERAWATAN</p>
<p>Pemangkasan rumput yang tumbuh disekitar bibit yang kita tanam. bukan hanya di pangkas tapi di cabut sampai akarnya.Karena pertumbuhan rumput ilalang di sekitar bibit yang kita tanam bisa mengganggu pertumbuhan pohon itu bahkan bisa mematikan bibit yang kita tanam dan juga pertumbuhan rumput di sekitar bibit yang kita tanam akan merusak keindahan bibit pohon itu.Jangan bermalasan untuk memangkas rumput jika tidak bibit yang kita tanamlah yang akan kalah dan mati terhimpit rumput liar.</p>
<p>PENYINARAN</p>
<p>Penyinaran yang cukup untuk menyempurnakan pertumbuhan pohon tersebut.Tanpa sinar matahari sebuah pohon tidak akan tumbuh sempurna bahkan tidak akan hidup saat awal kita menanamnya.Jika tumbuh pun mungkin akan tumbuh tidak sesuai degan harapan kita.</p>
<p>Mungkin langkah langkah diatas untuk menanam pohon yang baik dan bisa menumbuhkan pohon yang bisa tegak berdiri.Yang jika pohon telah subur dan tegak berdiri dapat melindungi kita dari teriknya sang mentari atau bahkan jadi tempat berteduh kala hujan.</p>
<p>       Langkah menanam pohon ku ibaratkan juga dengan sebuah hubungan bahtera rumah tangga atau atau taraf perkenalan menuju rajutan mahligai yang bisa menghasilkan cinta yang amat besar karena sebuah proses yang baik dan benar.Begitu juga dengan proses ini tidak jauh beda dengan proses menanam sebuah pohon.</p>
<p>LAHAN</p>
<p>Lahan disini adalah hati kita.Boleh untuk berkeinginan untuk mengisi hati kita dengan seorang jika hati kita masih kosong.Namun jika hati kita telah terisi jangan sekali kali untuk melihat yang lain apalagi berkeinginan untuk mengisi lagi dengan yang lain</p>
<p>PILIH BIBIT UNGGUL</p>
<p>Carilah pendamping yang mudah dan menguntungkan,terpikat kecantikan itu hal wajar tapi kita perlu ingat yang cantik itu belum tentu menguntungkan atau merugikan.Dalam pemilihan pendamping harus bersikap bijaksana jangan terburu buru memutuskan dia yang jadi pilihan.harus kita pikirkan dulu sebelum kita putuskan dialah yang jadi pendamping kita.karena memilih yang salah akan mengakibatkan penyesalan akhirnya.</p>
<p>PENYIRAMAN</p>
<p>Dengan cara memberi perhatian yang cukup,kasih sayang dan kesetiaan.Amalan baik saling menasehati untuk kebaikan bersama dan saling berlomba menuju kebaikan.</p>
<p>PEMUPUKAN</p>
<p>Dengan cara memberikan kepercayaan dan saling mempercayai.jangan saling curiga..jika hati kita telah memutuskan melabuhkan cinta padanya berarti kta harus yakin dan percaya dengan tingkahdan perbuatan kita.karena sebelum kita putuskan mencintainya kitalah yang memilih,percayalah pada pilihan anda sendiri.</p>
<p>PENJAGAAN DAN PERAWATAN</p>
<p>Godaan disini saya ibaratkan rumput.Jika hati telah ada pilihan pasti akan selalu ada godaan dari pihak luar.entah dari pihak ikhwan atau akhwat itu sendiri.jadi kita harus saling menjaga perasaan.jika kita telah ada rasakan bibit bibit yang akan mengganggu hubungan dengan pasangan kita, maka segeralah hilangkan dan membuangnya dalam hati kita jika kita membiarkannya maka godaan itu akan makin subur dan akhirnya hanya sebuah bencana atau kandas sebuah hubungan.</p>
<p>PENYINARAN</p>
<p>Penyinaran disini saya ibaratkan takdir Tuhan.jika langkah langkah di awal sudah dijalani dengan baik tapi hubungan tidak dapat bersatu itu mungkin yang dikatakan bukan jodohnya.Banyak juga yang berhubungan atau berta&#8217;aruf lama ujung ujungnya gagal karena faktor jodoh tidak mereka miliki dan akhirnya hasil sama yaitu berpisah.</p>
<p>Jika kita saling percaya dan menyayangi akan menghasilkan sebuah cinta yang besar.Dan cinta adalah sebuah kekuatan hidup untuk melindungi kita dan bernaung hingga hidup akan lebih terasa amat bermakna.Karena hanya dengan sebuah cinta kita hidup dan lebih berwarna.Coba bayangkan hidup kita kala sendiri dan kala berdampingan dengan yang kita sayang.Pasti akan terasa beda.</p>
<p>Dalam naungan cinta yang besar dan saling mendukung antara pasangan akan menghasilkan sejatinya kebahagiaan dalam berumah tangga&#8230; <img src="http://myquran.org/forum/Smileys/default/smiley.gif" border="0" alt="Senyum manis" /></div>
<p><img style="cursor:pointer;" src="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" alt="" align="right" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/meylin4.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/meylin4.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meylin4.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meylin4.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meylin4.wordpress.com&amp;blog=4839654&amp;post=39&amp;subd=meylin4&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meylin4.wordpress.com/2008/09/13/memupuk-rasa-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/69a76a66d6c6f98e1f20e1326c6e2b06?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">meylin4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Smileys/default/smiley.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Senyum manis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myquran.org/forum/Themes/hijau/images/icons/modify_inline.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
